SELUMA – Warga Kabupaten Seluma dibuat geger oleh dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma. Oknum tersebut dilaporkan digerebek langsung oleh istrinya saat berada di sebuah rumah kos bersama seorang staf berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Peristiwa itu terjadi di salah satu rumah kos di wilayah Kabupaten Seluma dan dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Kejadian bermula ketika sang istri mendatangi lokasi setelah menaruh kecurigaan terhadap aktivitas suaminya yang dinilai tidak biasa. Kecurigaan tersebut mendorong sang istri untuk memastikan langsung keberadaan suaminya.
Setibanya di rumah kos, sang istri mendapati suaminya berada di dalam kamar bersama seorang perempuan yang diketahui merupakan staf PPPK di lingkungan Dinas Kesehatan Seluma. Dugaan adanya hubungan tidak wajar pun mencuat dan memicu emosi pihak keluarga.
Penggerebekan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar rumah kos. Beberapa warga dilaporkan ikut menyaksikan kejadian itu, bahkan sempat terjadi adu mulut di lokasi kejadian antara pihak istri dan kedua terduga. Suasana yang sempat memanas membuat warga khawatir akan terjadi keributan lebih lanjut.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat keamanan setempat. Tak berselang lama, petugas datang ke lokasi untuk mengamankan situasi dan menenangkan pihak-pihak yang terlibat. Kedua terduga kemudian dimintai keterangan guna mengetahui kronologi kejadian secara lebih rinci.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Aparat juga tengah mengkaji apakah dalam kasus ini terdapat unsur pelanggaran hukum maupun pelanggaran disiplin sebagai aparatur negara.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat dan staf di lingkungan instansi pemerintah. Banyak pihak menilai peristiwa tersebut mencoreng citra aparatur sipil negara, terlebih keduanya bekerja di sektor pelayanan kesehatan yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.
Di sisi lain, peristiwa ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Warganet menyoroti aspek moral, integritas jabatan, serta dampak perbuatan oknum terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma terkait langkah atau sanksi yang akan diambil terhadap oknum pejabat maupun staf PPPK yang terlibat. Pihak keluarga juga belum memberikan pernyataan resmi kepada awak media.
Masyarakat berharap kasus ini dapat ditangani secara transparan dan adil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegakan disiplin dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap aparatur pemerintahan tetap terjaga.
